Wednesday, November 19, 2008

Ibu Madrasah Pertamaku

Abah dan adik-adik di pusara bonda

Ya Allah, ku sentiasa berdoa kebahagiaan bonda di alam sana..amin

Tuhanku......
AlhamdulilLah kerana menjadikan aku dan ibu ada di atas muka bumi ini.
Kasih sayang yang Engkau tiupkan dalam jiwa ibuku telah dicurahkan sepenuhnya kepadaku

Lalu kami membesar penuh kesempurnaan
Dalam tangan madrasah pertama anugerahMu untuk kami

Ibu madrasah pertamaku,
Izinkan aku menitipkan puisi ini
Walau ia tidak mampu menggambarkan sepenuh penghargaan kami buat mu
Apatah lagi untuk diumpamakan sebagai balasan atas segala pengorbananmu

Anggap ini duhai ibu,
sekadar secebis rasa terima kasih dan syukur diatas segala yang telah kau berikan untuk kami.

Ibu Madrasah Pertamaku,
Jari-jemari mu yang kini sudah semakin berkedut dimamah usia,
sedangkan dulunya jari jemari itulah yang membelai jejari halus ku penuh mesra.
Terkadang jari jemari itu memberikan peringatan bila kami nakal.

Bibirmu yang sentiasa tersenyum sejak dulu hingga hari ini masih tetap menyejukkan hati kami. Walaupun kadang-kadang ada kalimah tegas yang kau ucapkan bila kami melanggar suruhan.

Lalu....

Ibu Madrasah Pertamaku terus mendidik kami
Dari hari ke hari
Dari minggu ke minggu
Bulan ke bulan
Tahun ke tahun
Hingga hari ini kami sendiri menjadi seorang ibu

Ibu Madrasah Pertamaku telah mengajar aku
Tentang cinta
Tentang luka
Tentang suka
Tentang duka
Tentang bahagia
Tentang sengsara
Tentang kemanisan
Tentang kepahitan
Lalu kami dewasa dengan warna warni kehidupan

Ibu Madrasah Pertamaku tidak pernah jemu memberikan peringatan
Tentang Insan
Tentang Rasul
Tentang Tuhan
Tentang Rukun Islam
Tentang Rukun Iman
Tentang Hadis
Tentang Al-Quran
Lalu hari ini kami membesar dalam ukhuwwah dan dakwah

Terimakasih Ibu
Tanpa dirimu sebagai madrasah pertamaku
Siapalah aku

AlhamdulilLah Ibu
AlhamdulilLah Tuhanku
Doa kami akan selalu bersama Ibu
Ketika Ibu masih disisi kami atau setelah ibu dijemput disisi Ilahi

Antara kami ada yang sudah kehilangan Ibu,
yang sudah kembali kepangkuan Tuhan yang lebih Menyintaimu
Izikan kami berdoa dan menghadiahkan al-fatihah buat bonda kami yang terlebih dahulu pergi tak kembali

Untuk kami yang ibunya masih di sisi
Teruslah mendidik kami wahai ibu dengan ayat-ayat cintamu
Kerana sesungguhnya Ibu masih dan tetap Madrasah pertama kami.

Nukilan: Roha Hassan
19 November 2008

2 comments:

sobaniiruyo said...

akum puan.
ibu sy sgt teruja mahu memiliki buku ini. di mana blh sy dptknnya?

rohahassan said...

Salam...

Sobaniiruyo boleh hubungi saya di talian 0124317948.

Sampaikan salam kepada ibu.

jzkk
Kak Roha